I made this widget at MyFlashFetish.com.

PELAWAT

Get a free hit counter .

Tuesday, November 5, 2013

15 KESILAPAN IBU BAPA DALAM MENDIDIK ANAK-ANAK


Kepada yg. berstatus ibu/bapa atau bakal ibu/bapa, pikir-pikirkan lah....

"Harta benda dan anak-anak kamu hanyalah menjadi ujian dan di sisi ALLAH ada pahala yang besar." (Al-Quran Surah At-Taghabun, 64:15) Anak-anak adalah amanah dari ALLAH s.w.t. dan ianya sebahagian dari ujian ALLAH s.w.t. kepada kita hamba-hamba-Nya.

Sebagai ujian, ianya akan dipertanggungjawabkan. Orang yang malang ialah orang yang mempunyai ramai anak tetapi anak-anaknya tidak membawa kebaikan kepadanya di akhirat. Rasulullah SAW diberitakan telah bersabda : "Tahukah engkau siapakah orang yang mandul."

Berkata para sahabat : "Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak." Lalu Rasulullah SAW berkata : "Orang yang mandul itu ialah orang yang mempunyai ramai anak tetapi anak-anaknya itu tidak memberi kemanfaatan kepadanya sesudah ia meninggal dunia."-(Maksud Al-Hadith ) Ini mungkin disebabkan beberapa kesilapan dalam mendidik anak-anak. 

1. Kesilapan pertama: Kurang berdoa

1.1 Kurang berdoa semasa mengandung. Antara doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa mengandung ialah * Saidul (penghulu) Istighfar

* Doa memohon rahmat (Al-Quran Surah Ali 'Imran, 3 : 8-9)
* Doa memohon zuriat yang baik (Al-Quran Surah Ali 'Imran, 3 : 38)
* Doa agar anak mengerjakan solat (Al-Quran Surah Ibrahim, 14 : 40-41)

1.2 Kurang berdoa semasa membesarkan anak. Doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa anak membesar ialah :

* Doa agar anak patuh kepada ALLAH s.w.t. (Al-Quran Surah Al-Baqarah, 2 :128)
* Doa diberi zuriat yang menyejukkan hati (Al-Quran Surah Al-Furqan, 25 :74)
* Doa supaya nama anak membawa kebaikan kepadanya.

2. Kesilapan kedua: Banyak memberi belaian Tarhib (menakutkan) daripada Targhib (didikan atau motivasi) seperti :

* menakutkan anak-anak dengan sekolah
* menakutkan dengan tempat gelap
* menakutkan dengan hutan rimba atau bukit bukau
* menggunakan kekerasan dan paksaan semasa menyuruh anak tidur

3. Kesilapan ketiga: Tidak tegas dalam mendidik anak-anak

* tidak menjadualkan kegiatan harian anak-anak
* terlalu memfokuskan anak-anak kepada sesuatu aktiviti sahaja tanpa mengambil kira perasaan mereka.

4. Kesilapan keempat: Menegur anak secara negatif

* mengeluarkan kata-kata kesat dan maki hamun kepada anak-anak (terutama semasa marah).
* membandingkan anak-anak dengan anak-anak lain atau anak orang lain.

5. Kesilapan kelima: Memberi didikan yang tidak seimbang antara jasmani (physical), rohani (spiritual) dan minda (intelektual)

* ramai yang lebih mementingkan pendidikan minda dari pendidikan rohani

6. Kesilapan keenam: Kurang memberi sentuhan kepada semua anak-anak sedangkan Rasulullah kerap dilihat mendukung cucu-cucunya dan mencium mereka.

Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. : Pada suatu hari Rasulullah SAW mencium Al-Hassan atau Al-Hussien bin Ali r.a. Ketika itu Aqra' bin Habis At-Tamimiy sedang berada di rumah baginda. Berkata Aqra' : "Ya Rasulullah! Aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium seorang pun dari mereka." Rasulullah melihat kepada Aqra' kemudian berkata : "Siapa yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi."-(Maksud Al-Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim)

7. Kesilapan ketujuh: Penampilan diri yang kurang anggun dan kurang kemas

* ibu bapa tidak menunjukkan cara berpakaian yang kemas dan yang menepati kehendak syarak bila berada di rumah, iaitu berpakaian secara selekeh atau berpakaian seksi di hadapan anak-anak.

8. Kesilapan kelapan: Susunan rumahtangga yang tidak kemas. Ini mengakibatkan anak-anak terikut-ikut dengan cara itu dan membesar menjadi pemalas dan selekeh.

9. Kesilapan kesembilan: Kurang menghidupkan sunnah di rumah seperti memberi salam, makan berjemaah, beribadah bersama-sama, dan sebagainya. Dalam menjawab salam, lazimkanlah menjawab salam dengan yang lebih baik dari salam yang diberi.

10. Kesilapan kesepuluh: Tidak menggantungkan rotan di tempat yang mudah dilihat oleh anak-anak. Dalam Islam, merotan anak dengan tujuan mendidik adalah satu sunnah.

11. Kesilapan kesebelas: Kurang mendedahkan anak-anak dengan model yang cemerlang seperti para ulama' dan orang-orang yang berhemah tinggi dan berakhlak mulia. Anak-anak juga patut didedahkan dengan sembahyang jemaah, kuliah agama dan aktiviti-aktiviti yang bersesuaian dengan akhlak Islam.

12. Kesilapan keduabelas: Bertengkar di depan anak-anak. Ini akan menyebabkan anak-anak rasa tertekan dan membenci salah seorang dari ibubapanya.

13. Kesilapan ketigabelas: Membenarkan orang yang tidak elok sahsiyahnya masuk ke dalam rumah kita, baik dari kalangan sahabat sendiri ataupun sahabat anak-anak, kerana ini akan memberikan contoh yang tidak baik kepada anak-anak yang masih membesar.

14. Kesilapan keempatbelas: Kurang mengawasi rancangan-rancangan yang ditonton samada dari TV ataupun video.Pengawasan dalam hal ini adalah penting kerana kebanyakan rancangan dari media ini menonjolkan akhlak yang kurang baik seperti pergaulan bebas lelaki dan perempuan, pakaian yang tidak menepati syarak dan perbualan yang boleh merosakkan agama anak-anak.

15. Kesilapan kelimabelas: Terlalu bergantung kepada pembantu rumah untuk mendidik anak-anak. Sebagai ibubapa kitalah yang akan disoal di akhirat kelak akan anak-anak ini. Oleh itu adalah menjadi satu kepentingan kita untuk berusaha memastikan anak-anak terdidik dengan didikan Islam.

Wallahu'alam.

Sumber : Jalinan Keluarga
diubahsuai dari Kuliah Mingguan Surau An-Nur, 10 Jun 1998 oleh Ustaz Khalid Haji Mohd Isa
http://www.tranungkite.net/lama/d05/teladan661.htm @ 12 Februari 2012 : 11:00 a.m

Monday, October 21, 2013

SEJARAH INTERNET DAN PERKEMBANGANNYA

Sejarah Internet – Internet kini seakan sudah menjadi kehidupan kedua bagi kebanyakan orang. Melalui internet kita akan dengan mudah menemukan berbagai informasi terupdate dari seluruh mancanegara. Melalui internet pula kita akan mudah berinteraksi dengan seluruh pengguna internet dari seluruh mancanegara. Setiap hari pengguna internet yang aktif sudah hampir seluruh orang di seluruh dunia, sebab internet digunakan saat bekerja atau untuk kegiatan apa saja. Meski hampir seluruh orang menggunakan internet setiap hari, mungkin sebagian besar tidak mengetahui mengenai Sejarah Internet, siapakah yang menemukan internet pertama kali dan dimana pertama kali internet digunakan.

Sejarah Internet

sejarah internet
Untuk menambah wawasan kita semua, ada baiknya kita mengetahui sejarah dan perkembangan internet di seluruh dunia. Jadi kita tidak hanya menggunakan internet, namun pula mengetahui tentang sejarah internet itu sendiri. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi wawasan mengenai sejarah dan perkembangan internet di dunia.
Internet pertama kali dikembangkan pada tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat melalui sebuah proyek yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Pada awalnya internet digunakan untuk kepentingan militer pertahanan AS dalam mencegah masalah komunikasi antar kelompok dalam jarak jauh dengan menggunakan jaringan telepon. Pada saat itu telah banyak dibuat jaringan komputer yang disebar dan dihubungkan pada daerah-daerah vital dan manfaat internet ini juga untuk mengantisipasi bila terjadinya serangan nuklir.
Di tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang telah berhasil dihubungkan sehingga mereka dapat saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Lalu pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang dia ciptakan untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer saat itu. Lalu icon @ juga diperkenalkan di tahun yang sama sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Di tahun 1973, jaringan ARPANET mulai dikembangkan ke luar dari Amerika Serikat dan komputer University College di London menjadi komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Dua ahli komputer, Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal sejarah internet dan pertama kalinya di presentasikan di Universitas Sussex.
Kemudian pada tanggal 26 Maret 1976, menjadi hari bersejarah ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung dengan ARPANET dan membentuk sebuah jaringan atau network. Pada tahun 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin menciptakan newsgroup pertama yang diberi nama USENET. Lalu pada tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telepon televisi pertama, untuk memudahkan orang-orang saling menelepon sambil berhubungan dengan video link.
Kemudian pada tahun 1990 merupakan tahun paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang dapat menjelajah antara satu komputer dengan komputer lain, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang akhirnya diberi nama www atau Worl Wide Web. Pada tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah lebih dari sejuta komputer dan muncul istilah baru, yaitu surfing the internet. Dan pada tahun 1994, situs internet sudah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, serta untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet.

Sejarah Internet

Duniapun langsung berubah, Di tahun 1994 lah Yahoo! akhirnya di dirikan yang sekaligus menjadi kelahiran Netscape Navigator 1.0. Itulah Sejarah Internet yang saat ini sedang anda gunakan untuk menjelajahi internet dari komputer anda untuk berinteraksi dengan pengguna internet di komputer lainnya.
Sejarah dan perkembangan internet itulah yang menumbuhkan suatu alat komunikasi canggih yang hingga saat ini tak pernah bisa ditinggalkan oleh kebanyakan orang. Sudah hampir semua perangkat yang kita gunakan memanfaatkan jaringan internet untuk kebutuhan komunikasi dan hal lainnya. Semoga ulasan Sejarah Internet diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Monday, March 4, 2013

CARA MENINGKATKAN KEYAKINAN DIRI



Yakin diri, adalah satu jati diri yang seharusnya ada dalam setiap individu. Yakin diri disini tidak bermaksud meninggi diri tetapi lebih kepada kepercayaan terhadap keupayaan sendiri dalam melakukan sesuatu. Walau apapun matlamat yang ingin anda capai, jika anda yakin dengan potensi dan kelebihan diri sendiri, insyaAllah hasil yang anda hasilkan pasti hebat. Di dalam artikel ini ZL ingin berkongsi 10 tips meningkatkan keyakinan diri yang boleh anda cuba.

1. Mulakan hari anda dengan positif
Tiada apa yang lebih mengecewakan apabila anda memulakan hari anda dengan perasaan yang tidak elok. Kadangkala kerana marahkan kepada pemandu lain di jalan raya, diri anda yang menerima kesan buruknya. Ia boleh menghancurkan mood anda sepanjang hari tersebut! Jadilah seorang yang positif dan jangan biarkan perkara-perkara yang remeh menjadi penggugat hari anda.

2. Simpan matlamat harian anda
Setiap hari ketika anda bangun dari tidur anda harus mempunyai matlamat yang anda ingin lakukan pada hari tersebut. Seeloknya anda harus mempunyai senarai “to-do list” yang anda tuliskan sebelum anda tidur setiap hari. Senarai itu harus mengandungi segala perkara yang anda ingin lakukan apabila anda bangun tidur nanti. Dengan setiap tugasan yang berjaya anda lakukan, sama ada anda sedar ataupun tidak, anda telah meningkatkan keyakinan anda.

3. “Hadiahkan” diri anda
Untuk setiap tugasan besar yang berjaya anda siapkan, hadiahkan diri anda dengan perkara-perkara yang anda sukai. Sebagai contoh jika anda berjaya menyiapkan sebuah manuskrip, tulisan, ataupun jika anda berjaya dalam peperiksaan anda hadiahkan diri anda dengan melakukan perkara yang anda suka seperti melancong, menonton wayang, ataupun anda boleh beli barangan fizikal sebagai ingatan. Dengan ini anda akan lebih berkeyakinan dalam meneruskan tugasan seterusnya.

4. Tekankan kepada penampilan anda
Tentu ada sebabnya kenapa sesetengah orang yang berjaya kelihatan segak dan berpenampilan menarik. Ia kerana penampilan yang meyakinkan dapat memberikan anda sesuatu yang “extra” dalam tindakan anda. Anda tidak perlu untuk membelanjakan wang yang banyak untuk membeli pakaian yang berjenama ataupun pergi ke salun kecantikan untuk kelihatan menarik. Memadai dengan mengenakan pakaian yang anda rasa selesa dan kelihatan kemas.

5. Pilih sahabat yang positif
Rakan dan sahabat memainkan peranan yang penting dalam kehidupan seorang. Rasulullah s.a.w. juga mempunyai sahabat yang sentiasa menyokong baginda dalam tugas menyampaikan Islam kepada manusia. Bayangkan betapa besarnya peranan sahabat sehingga ada dari kalangan mereka yang dijanjikan syurga. Sahabat yang baik adalah sahabat yang memberi nasihat dan galakan kepada kita. Sahabat yang positif akan memberikan kita keyakinan!

6. Bergaul dengan masyarakat
Ada sesetengah dari kita tidak suka bergaul dengan masyarakat dan lebih suka menjadi kera sumbang. Ia bukan sahaja menyebabkan kita tidak disenangi malah boleh manjatuhkan keyakinan diri kita lebih-lebih lagi ketika berhadapan dengan orang lain. Dengan bergaul bersama masyarakat, rakan-rakan anda boleh meningkatkan “social skills” anda dan cara anda berinteraksi dengan orang lain. Dengan ini anda akan lebih yakin diri.

7. Dapatkan hobi atau pelajari skill baru
Mempunyai hobi ataupun mempelajari skill tertentu banyak membantu dalam miningkatkan tahap keyakinan dalam diri kita. Apabila anda mempunyai hobi tentu sekali kita akan berasa seronok dan teruja. Perasaan ini dapat memberikan kita keyakinan tambahan pula apabila kita dapat berinteraksi dengan mereka yang mempunyai hobi yang sama.

8. Bersenam dan mengamalkan hidup sihat
Sama ada anda percaya ataupun tidak bersenam dapat memberikan keyakinan pada diri kita. Bukan sahaja dari segi penampilan tetapi juga secara dalaman. Apabila kita bersenam kita akan mengeluarkan hormon – testosteron dan endorphin yang membuatkan kita rasa hebat dan di dalam keadaan positif. Ia juga dapat menyihatkan tubuh badan kita dan memberikan kita tenaga dalam aktiviti harian.

9. Membaca dan menuntut ilmu
Menuntut ilmu dengan membaca atau menghadiri kelas dapat memberikan kita keyakinan apabila bercakap. Perbanyakkan membaca untuk membolehkan kita bercakap dengan pelbagai latar belakang orang yang mempunyai pelbagai kepakaran. Dengan itu kita tidak akan kekok apabila berbual dengan mereka. Dengan membaca kita dapat memperolehi “modal” dalam berbicara.

10. Sentiasa melihat kebelakang
Kita dinasihatkan untuk sentiasa melihat kebelakang apabila mengalami sebarang kesusahan ataupun kepayahan hidup. Ini kerana pasti ada mereka yang lebih susah daripada kita. Dengan ini kita dapat merefleksi diri dan membina keyakinan bahawa walau apapun yang berlaku pasti ada mereka yang lebih teruk daripada kita. Jadikan itu sebagai satu motivasi untuk menjadi orang yang lebih baik.

 Sumber | zonlelaki.com

TINGGAL KENANGAN...


Saturday, February 23, 2013

SEBUAH PUISI BUATMU PN. MOORHANI



KAU TINGGALKAN RINDU DI SINI
IZINKAN AKU
MENATAP SEBAK DI DADAMU
UNTUK KUTULIS SIMFONI LAGU
PADA SEPI PERGUNUNGAN SENDU

BERIKAN AKU
SEKADAR SEKELUMIT WAKTU
AKU INGIN SEBENTAR MELAYAN SEMBILU

KERANA AKU TAHU
MASA TERKENANG BERANGKAT LALU
TIADA KESEMPATAN MINTA DI TUNGGU

LANGKAH-LANGKAHMU TERTINGGAL DI PINTU
KAMI KUTIP KENANGAN ITU
SATU DEMI SATU
DAN KAMI PUPUKKAN IRAMA RINDU
KAMI SIMPAN DI KOTAK PILU
NOSTALGIA INDAH MERAWANG DI KALBU

KUTAHU SUDAH MAKNA
PERPISAHAN PENGHUJUNG MASA
KAU LEBARKAN SAYAPMU KE ANGKASA
MENCARI DESTINASI BAHARU SINGGAHSANA
LALU DOA KAMI SULAMKAN BERSAMA

KUTAHU SUDAH
AKAN KAU MENGALIH ARAH
LEMBARAN INGATAN MEWARNA SEJARAH
TITIPAN MASA LAMPAU MENITI TERJAH
SEKUJUR KAMI AKUR MENGAKU PASRAH
WALAU DISINI KERINGATMU MASIH BASAH
PASTI ADA GERIMIS GUGUR KE TANAH
MEMBASAHI PELOSOK LIMBAH

PUDARLAH SENYUM DAN TAWA
SEMYUMMU PENGUBAT DUKA
TANDUSLAH PENDAPAT KATA
PENDAPATMU PENCETUS MINDA
PUPUSLAH JUA PETAH BICARA
BICARAMU MENJANA JAYA
SAMARLAH LANGKAH-LANGKAH PERKASA
LANGKAH NAN BERTATAH JASA

PADA SELURUH PERSADA HATI-HATI PILU
KAMI TEGUR MENGINTAIMU
KERANA MASIH PANAS JEJAKMU
MENGINJAK JALAN-JALAN KELIKIR BERBATU
NATIJAHNYA...DISINI KAU TINGGALKAN RINDU
BUAT KAMI MENGGAPAI MERCU

Sunday, August 5, 2012


NUZUL AL-QURAN-PERISTIWA PENUH IKTIBAR

 
ALLAH SWT memuliakan Ramadan melebihi bulan lain dengan memilih satu malam penuh keberkatan daripada malam Ramadan sebagai masa paling sesuai untuk diturunkan kitab suci al-Quran.
Selain al-Quran, Allah menurunkan beberapa kitab suci lain pada bulan mulia ini seperti suhuf Nabi Ibrahim diturunkan pada permulaan Ramadan, Taurat hari keenam dan Injil pada hari ketiga Ramadan.

Berdasarkan peristiwa penurunan kitab suci (al-Samawi) pada bulan Ramadan, jelaslah betapa agung dan mulianya bulan ini.

Sesungguhnya, penurunan (nuzul) al-Quran adalah peristiwa besar dan agung. Ia cukup hebat jika dibandingkan dengan peristiwa lain pernah berlaku di alam ini.

Justeru, setiap umat Islam seharusnya mengingati dan merenungi peristiwa nuzul al-Quran ini kerana ia menjadi asas keimanan terhadap al-Quran bahawa ia adalah kalam Allah.

Selain itu, ia adalah asas utama dalam pengakuan umat Islam terhadap kerasulan Nabi Muhammad serta keyakinan bahawa Islam itu adalah agama benar, malah satu-satunya agama diredai Allah.

Sebelum al-Quran diturunkan manusia hidup dalam kesesatan bertuhankan hawa nafsu dan menyekutukan Allah. Selepas al-Quran diturunkan, kesesatan disinari kebenaran dan hidup bertuhankan hawa nafsu berubah kepada hidup bertuhankan Allah.

Dalam erti kata lain, penurunan al-Quran membawa rahmat perubahan kepada kehidupan dan ketamadunan manusia.

Firman Allah bermaksud,

Ramadan, bulan yang dalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang hak dan batil). (Surah al-Baqarah, ayat 185)

Berdasarkan ayat di atas, wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung mengangkat martabat Baginda sebagai rasul
Allah dan menjadi rahmat bagi sekalian alam.

Petunjuk (al-Quran) dibawa Baginda SAW ini membawa perubahan besar kepada kehidupan umat manusia, khususnya masyarakat Arab jahiliah dan perubahan itu mencakupi pelbagai bidang dan aspek:

Aspek keagamaan. Bangsa Arab Jahiliah menyembah patung dan batu berhala serta menyembelih binatang ternakan di hadapan patung itu sebagai korban untuk memuliakannya.

Apabila datang agama Islam (al-Quran) membawa petunjuk dan pedoman daripada Allah, maka kehidupan jahiliah terus lenyap kerana al-Quran mengatur kehidupan seperti percaya kepada keesaan Allah, hari akhirat, syurga, neraka, mengenai ibadat seperti solat, puasa, zakat dan haji.

Jelaslah, ajaran al-Quran melarang keras amalan penyembahan patung, berhala, matahari, bulan atau makhluk lain selain Allah. Sebaliknya mereka diajar bahawa yang berhak disembah hanyalah Allah.

Aspek kemasyarakatan. Bangsa Arab sebelum Islam tidak berdis
iplin dan tidak taat kepada pemimpin tetapi diturunkan al-Quran, keadaan itu berubah. Islam menyedarkan mereka erti dan pentingnya disiplin serta ketaatan dalam kehidupan.

Bagi membentuk sebuah masyarakat yang aman dan harmoni, al-Quran memberi petunjuk dan garis pemisah mengenai kriteria antara akhlak terpuji dengan akhlak tercela.

Selain itu banyak lagi dasar umum masyarakat dibawa oleh Islam seperti hubungan antara individu dengan individu, antara individu dengan masyarakat, antara suatu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya, undang-undang kekeluargaan sehinggalah kepada soal kenegaraan.

Islamlah juga yang mula mengangkat kedudukan kaum wanita dengan memberikan hak kepada mereka sesuai dengan kewanitaannya. Di samping itu, Islam menegakkan pula ajaran persamaan antara manusia dan membanteras perhambaan.

Aspek siasah (politik). Bangsa Arab sebelum Islam berada dalam keadaan berpecah-belah, ‘asabiyyah (kesukuan), berpuak dan kabilah yang sempit. Yang wujud ketika itu kaum Arab, Parsi, Tauran dan kaum lain.

Keadaan itu berubah apabila turunnya al-Quran membawa ajaran sebenar. Semua umat manusia diseru supaya meninggalkan segala bentuk ikatan jahiliah yang sempit, sebaliknya disaran supaya bersatu membentuk satu ummah.

Firman Allah yang bermaksud:

â€Å“Sesungguhnya (agama Islam) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (Surah al-Anbiya’, ayat 92).

Begitulah Islam berjaya mengatasi sikap taksub bangsa dan warna kulit, malah menyeru semua bangsa supaya bersatu menjadi satu ummah bersaudara dan tidak lagi mengenal kelebihan kecuali berdasarkan kekuatan iman serta takwa kepada Allah.

Aspek ekonomi. Al-Quran memberikan batasan pemilikan bagi individu, masyarakat dan negara. Telah ditentukan perkara yang boleh dimiliki oleh individu dan dilarang.

Peraturan yang terdapat dalam al-Quran memberikan petunjuk pelaksanaan mengenai jaminan pemenuhan keperluan asas setiap individu menurut kadar dan dalam keadaan seadil-adilnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, penurunan al-Quran adalah peristiwa agung dan terbesar pada Ramadan. Penurunannya telah membawa perubahan besar kepada alam ini dan berperanan mengubah kehidupan umat manusia pada masa lampau, kini dan hadapan.

Jelaslah, melalui peristiwa besar dan agung ini, hala tuju kehidupan manusia menjadi lebih kemas dan teratur dengan berpandukan petunjuk serta pedoman yang diwahyukan Allah.

Sumber: http://www.masjidnegara.gov.my

KEWAJIPAN MENYAMPAIKAN ILMU

Erti hadis: Daripada Abdullah bin ‘Amr r.a., sesungguhnya Nabi SAW bersabda;

“Sampaikanlah daripadaku walaupun satu ‘ayat’ dan ceritakanlah mengenai Bani Israel. Tiada sebarang kesempitan dan dosa.”                                                       (Riwayat al-Bukhari)

Keterangan hadis:
-          ‘Ayat’ disini bermaksud nasihat atau pedoman yang membezakan perkara yang baik dan buruk.

-          Nabi SAW telah menegah daripada menceritakan tentang Bani Israil ketika hukum-hakam Islam dan tapak agama belum kukuh, kerana dikhuatiri fitnah. Apabila tiada lagi perkara yang perlu dikhuatirkan maka diizinkan agar boleh diambil iktibar.

(Fath al-Bari)

Jelas sudah seperti yang dinyatakan di dalam hadis diatas bahawa semua orang mempunyai kewajipan untuk menyampaikan ilmu. Dan ilmu yang perlu disampaikan adalah ilmu yang baik-baik.seseorang tidak seharusnya menyampaikan ilmu yang tidak bermanfaat seperti cara memecah masuk rumah orang lain, atau cara menipu dan sebagainya. Malah adalah tidak elok untuk mempunyai pengetahuan mengenai perkara-perkara tersebut. Namun kiranya seseorang mempunyai pengetahuan sebegitu, ia adalah suatu perkara yang tidak patut diamalkan.

Arahan daripada Nabi SAW tidak boleh diambil ringan. Sekiranya ayat daripada Rasulullah diabaikan maka ramailah umat pada zaman selepas Baginda tidak akan mengetahui banyak perkara. Tetapi alhamdulillah, umat pada masa kini masih mampu mendengar hadis-hadis daripada Baginda SAW yang diriwayatkan oleh para sahabat. Oleh itu, ianya perlu terus disampaikan generasi ke generasi agar tidak akan luput.
Cara menyampaikan sesuatu perkara yang baik ada pelbagai. Kita boleh menyampaikan ilmu secara terus seperti guru disekolah yang secara langsung berhadapan dengan murid atau pelajar. Mahupun kita boleh menyampaikan melalui penulisan seperti buku-buku atau kitab-kitab. Penulisan yang dihasilkan akan dibaca oleh sesiapa juga. Hanya si pembaca yang dapat menentukan faedah yang didapati daripada penulisan itu mengikut keikhlasan hatinya.

Selain daripada itu, Nabi SAW juga mengarahkan diceritakan mengenai Bani Israil agar dapat dijadikan iktibar. Sedangkan sebelumnya Baginda melarang perbuatan tersebut kerana bimbang menjadi fitnah disebabkan kurangnya kekukuhan tapak agama Islam pada masa tersebut. Jika diterjemahkan ke masa moden, kita memahaminya sebagai kita adalah dibenarkan menceritakan keburukan orang lain, dan seterusnya ini boleh menjadi mengumpat. Haruslah difahami perkara yang dibenarkan Baginda adalah supaya dapat menjadi iktibar kepada semua. Kita sebagai umat Islam mahupun sesiapa juga tidak sepatutnya menceritakan keburukan orang lain. Allah amat melarang umatnya menceritakan aib diri sendiri apatah lagi orang lain.

Bersinambungan dengan hal yang berkenaan, kita janganlah menyempitkan pemikiran dan menganggap bahawa tugas menyampaikan ilmu hanyalah pada ulama, guru, dan yang berkaitan. Hakikatnya semua orang memikul tanggungjawab tersebut. Tiada lagi istilah saya tidak layak memberi nasihat. Walhal, seorang anak kecil pun layak memberi nasihat kepada yang dewasa. Malahan, nasihat yang diberikan oleh seseorang yang tidak waras juga tidak boleh diambil ringan sekiranya apa yang disampaikan itu adalah perkara benar dan betul.

Seperti yang dinyatakan dalam hadis berikut:

Erti hadis:

Daripada Zaid bin Thabit r.a., Nabi SAW bersabda: “Allah menyerikan orang yang mendengar suatu hadis daripada kami lalu ia menghafalnya sehingga ia menyampaikan kepada orang lain. Kemungkinan seseorang itu membawa suatu kefahaman kepada orang yang lebih memahami.  Berkemungkinan juga orang yang membawa suatu kefahaman sebenarnya tidak memahaminya.”

(Riwayat Abu Daud dan al-Tirmizi)

Kata ‘menyerikan’ dalam hadis diatas bermaksud mengelokkan akhlak dan meninggikan darjat. Subhanallah! Sungguh beruntung mereka. Allah akan mengangkat darjat mereka yang menyampaikan ilmu Allah. Sesungguhnya ilmu yang disampaikan tidak akan berkurang melainkan pemahaman ke atasnya akan semakin meningkat. Hadis ini juga menunjukkan wajibnya menuntut ilmu (tafaqquh), bersungguh-sungguh mengkaji makna hadis dan merumuskan perkara yang tersingkap di sebalik suatu hadis.

Jangan kita takut kita tidak pandai untuk menyampaikan kerana kurang kefahaman. Kemungkinan orang yang disampaikan itu akan lebih memahami sesuatu perkara berbanding mereka yang menyampaikan seperti yang diperjelas dalam hadis ini. Jadi kesimpulannya, marilah kita sama-sama mewujudkan generasi berilmu, dan tidak kedekut ilmu, semoga Allah memberkati kita semua.

Wallahualam.


                            cintailah ilmu

Thursday, August 2, 2012

KOLEKSI SOALAN PERCUBAAN UPSR 2012




SILA KLIK    KOLEKSI SOALAN PERCUBAAN UPSR 2012 

untuk melihat soalan tersebut dan anda boleh download soalan-soalan tersebut secara percuma.

LOGO DAN TEMA KEMERDEKAAN


Monday, July 30, 2012

KHASIAT KURMA

Khasiat Buah Kurma
.Menguatkan daya ingatan.
.Mencegah penyakit barah.
.Menambah tenaga seksual.
.Mengatasi masalah insomnia.
.Melancarkan peredaran darah.
.Membunuh kuman dalam badan.
.Meredakan tekanan darah tinggi.
.Membantu mencergaskan minda.
.Merawat penyakit buah pinggang.
.Merangsang dan memudahkan kehamilan.
.Merawat penyakit gangguan usus kronik dan sembelit.
.Menghilangkan batuk dan gatal-gatal dalam kerongkong.

Kurma ini juga bagus untuk ibu mengandung dan menyusu. Di dalam Al Quran ada dinyatakan mengenai kebaikan memakan kurma bagi ibu mengandung dan bakal melahirkan anak iaitu di dalam surah Maryam ayat 23 ke 26. Ia mengenai kisah Maryam yang sakit untuk bersalin Nabi Isa a.s. Allah memerintahkan Maryam memakan kurma.


Buah kurma ini penuh dengan khasiat.Ia lazimnya dimakan semasa bulan Ramadhan dan mempunyai khasiat serta nilai yang tinggi dalam dunia perubatan tradisional. Mengikut kajian ia mengandungi 15 jenis garam dan mineral, kaya dengan vitamin, mempunyai kadar karbohiderat yang tinggi 44 ke 88%, kadar serat 6.4 ke 11.5%, kadar protein 2.3 ke 5.6 %, lemak dan minyak antara 0.2 ke 0.5%. Ia juga kaya dengan kalium dan magnesium serta mengandungi boron, kalsium, kobalt, besi, mengenes, fosforus, natrium dan fluorin. Selain itu kurma juga mengandungi vitamin C, B1, B2, A dan asid nikotinik.

Buah ini juga dibina daripada 23 jenis asid amino yang biasanya tidak terdapat dalam kebanyakan buah-buahan lain.Buat kanak-kanak pula, kurma membantu mencergaskan minda, menguatkan daya ingatan serta membantu tumbesaran. Manakala untuk wanita, kurma dapat mengurangkan pengaliran darah semasa proses kelahiran.

Tidak hanya itu, buah yang sering menjadi pilihan di bulan Ramadhan ini turut terbukti berkesan dalam memanaskan tubuh, mencegah penyakit barah kerana kandungan seleniumnya, melancarkan peredaran darah, merawat penyakit buah pinggang dan membersihkan hati.Gula dalam kurma adalah jenis glukosa dan fruktosa yang mudah diserap ke darah dalam badan. Karbohiderat dalam kurma wujud dalam bentuk glukosa dan fruktosa, jadi ia mudah diserap dengan segera.Kurma sejenis buah yang kaya dengan zat besi, kalsium, fosforus, sodium, potasium, vitamin A dan C dan juga niasin. 

Kurma yang dikenali sebagai Phoenix dactylifera L. dari segi saintifik amat berkesan bagi mengubati gangguan usus yang kronik, dimana ketidakserasian dengan gluten, menghalang penyerapan zat-zat makanan secara sempurna.

Kurma mengandungi sejenis bahan protein serta garam galian yang menghentikan tindak balas luar biasa yang dicetuskan oleh gluten dalam usus kecil. Tindakbalas itu jika dibiarkan boleh membawa kepada pengeluaran sel darah putih secara berlebihan.

Selain daripada gangguan usus, jus kurma berkesan untuk mengatasi masalah sembelit.Jus kurma juga merupakan penawar mujarab dalam perubatan tradisional untuk mengatasi masalah insomnia. Bagi mereka yang mengalami masalah batuk jus kurma sesuai untuk diamalkan kerana kandungan gula dalam buah kurma bertindak menghilangkan gatal-gatal dalam kerongkong sekaligus menghentikan batuk.Kurma dikatakan tumbuhan yang mempunyai pelbagai khasiat dan kegunaan yang banyak kerana telah terbukti, di dalam Al-Quran terdapat 21 ayat yang menyebut tentang kurma.

KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN


Selama Ramadhan, Imam Syafi’i menghatamkan Al-Quran enam puluh kali, dua kali dalam semalam di dalam solat. 

Selama Ramadhan, Allah memerintahkan seluruh penghuni syurga berhias. Rasulullah Saw. bersabda:”… Adapun yang keempat, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan syurga-Nya, Ia berfirman: “Bersiap-siaplah, dan hiasilah dirimu untuk para hamba-Ku, sehingga mereka boleh segera beristirehat dari kelelahan (hidup di) dunia menuju negeri-Ku dan kemuliaan-Ku…” [HR. Baihaqi]. Itulah aspek menarik keajaiban bulan Ramadhan yang tak banyak orang tahu.

1. Ramadhan jalan menuju ketaqwaan

Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan atas kaum sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”. (Al Baqarah: 183).

Ayat di atas menerangkan bahawa puasa adalah sebab yang boleh mengantarkan pelakunya menuju ketaqwaan, kerana puasa mampu meredam syahwat. Ini sesuai dengan salah satu penafsiran yang disebutkan Imam Al Qurthubi, yang berpadukan kepada hadits riwayat Imam Ahmad yang menyebutkan bahawa puasa adalah perisai.

2. Ramadhan bulan mujahadah

Para ulama’ salaf adalah suri tauladan bagi umat, mujahadah mereka dalam mengisi bulan Ramadhan amat perlu dicontoh. Seperti Imam Asyafi’i, dalam bulan Ramadhan beliau menghatamkan Al-Quran dua kali dalam semalam, dan iti dikerjakan di dalam solat, sehingga dalam bulan Ramadhan beliau menghatamkan Al-Quran enam puluh kali dalam sebulan. Imam Abu Hanifah juga menghatamkan Al-Quran dua kali dalam sehari selama Ramadhan.

3. Puasa Ramadhan menumbuhkan sifat amanah

Wahbah Zuhaili dalam bukunya Al Fiqh Al Islami berpendapat bahawa puasa mengajarkan rasa amanat dan muraqabah di hadapan Allah Ta’ala, baik dengan amalan yang nampak mahupun yang tersembunyi. Maka tidak ada yang mengawasi seseorang yang berpuasa agar menghindari hal-hal yang dilarang dalam berpuasa kecuali Allah Ta’ala

4. Puasa Ramadhan melatih diri berdisiplin

Puasa juga melatih 
diri berdisiplin , Wahbah Zuhaili menjelaskan bahawa seorang yang berpuasa harus makan dan minum dalam waktu yang terbatas. Bahkan dalam berbuka puasa pun harus disegerakan.

5. Puasa Ramadhan menumbuhkan rasa solidaritas sesama muslim

Wahbah Zuhali juga menjelaskan bahawa puasa Ramadhan menumbuhkan rasa solidariti di antara sesama muslim. Pada bulan ini semua umat Islam, dari timur hingga barat diwajibkan untuk menjalankan puasa. Mereka berpuasa dan berbuka dalam waktu yang sama, kerana mereka memiliki tuhan yang satu.

Seorang yang merasa lapar dan dahaga akhirnya juga boleh turut merasakan kesengsaraan saudara-saudaranya yang kekurangan atau tertimpa bencana. Sehingga tumbuh perasaan kasih sayang terhadap umat Islam yang lain.

6. Puasa Ramadhan melatih kesabaran

Bulan Ramadhan adalah bulan puasa di mana pada siang hari kita diperintahkan meninggalkan makanan yang asalnya halal, terlebih lagi yang haram. Begitu pula di saat ada seseorang mengganggu kita. Rasulullah Saw. bersabda: “Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata 'Sesungguhnya aku sedang puasa." (HR. Bukhari)

7. Puasa Ramadhan menyihatkan

Rasulullah bersabda: ”Berpuasalah, maka kamu akan sihat” (HR. Ibnu Sunni), ada yang menyatakan bahawa hadits ini dhoif, akan tetapi ada pula yang menyatakan bahawa darjat hadits ini sampai dengan tingkat hasan (lihat, Fiqh Al Islami wa Adilatuh, hal 1619).

Tapi makna hadist masih boleh diterima, kerana puasa memang menyihatkan. Al Harits bin Kaldah, tabib Arab yang pernah mengabdi kepada Rasulullah Saw. juga pernah menyatakan:”Perut adalah tempat tinggal penyakit dan sedikit makanan adalah ubatnya”.

8. Lailatul Qadar adalah hadiah dari Allah untuk umat ini

Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’, dia telah mendengar dari seorang ahlul ilmi tsiqah yang telah mengatakan: “Sesungguhnya telah diperlihatkan usia-usia umat sebelumnya kepada Rasulullah Saw., atau apa yang telah Allah kehendaki dari hal itu, dan sepertinya usia umat beliau tidak mampu menyamai amalan yang telah dicapai oleh umat-umat sebelumnya, maka Allah memberi beliau Lailatul Qadar yang lebih baik daripada seribu bulan.” (HR. Malik).

9. Ramadhan bulan ampunan

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan, Rasulullah Saw. bersabda: “Dan siapa yang berpuasa Ramadhan dengan dasar keimanan dan pengharapan redha Allah, diampunkan untuknya dosa yang telah lalu.”(HR. Bukhari)

10. Siapa yang dilihat Allah, maka ia terbebas dari azab-Nya

Dari Jabir bin Abdullah ra. Rasulullah Saw. bersabda: ”Pada bulan Ramadhan umatku dianugerahi lima perkara yang tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumku. Yang pertama, sesungguhnya jika Allah melihat mereka di awal malam dari bulan Ramadhan, dan barang siapa yang telah dilihat Allah maka Ia tidak akan mengazabnya selamanya…” (HR. Baihaqi).

Selama Ramadhan, Imam Syafi’i menghatamkan Al-Quran enam puluh kali, dua kali dalam semalam di dalam solat.

11. Bau mulut orang berpuasa lebih harum dari kasturi di hadapan Allah

Rasulullah Saw. bersabda:”…Yang kedua, sesungguhnya bau mulut mereka ketika siang hari lebih harum di hadapan Allah daripada bau kasturi…” (HR. Baihaqi).

12. Di Bulan Ramadhan para malaikat meminta ampunan untuk umat ini

Rasulullah Saw. bersabda:”…Adapun yang ketiga, sesungguhnya para malaikat meminta ampunan untuk mereka siang dan malam…” (HR. Baihaqi).

13. Di bulan Ramadhan syurga berbenah diri

Rasulullah Saw. bersabda:”…Adapun yang keempat, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan syurga-Nya, Ia berfirman: “Bersiap-siaplah, dan hiasilah dirimu untuk para hamba-Ku, sehingga mereka boleh segera beristirehat dari kelelahan (hidup di) dunia menuju negeri-Ku dan kemuliaan-Ku…” (HR. Baihaqi).

14. Di malam akhir Ramadhan Allah mengampuni umat ini

Rasulullah Saw. bersabda: ”…Adapun yang kelima, sesungguhnya jika tiba malam terakhir Ramadhan Allah memberi ampun kepada mereka semua. Lalu bertanyalah seorang lelaki dari sebuah kaum: ”Apakah itu lailatul qadar? Ia bersabda:” Bukan, apakah kau tidak mengetahui perihal orang-orang yang bekerja, jika mereka selesai melakukan pekerjaan maka ganjarannya akan dipenuhi. (HR. Baihaqi)

15. Pintu syurga dibuka, pintu neraka ditutup, syaitan dibelenggu

Rasulullah Saw. Bersabda: “Jika Ramadhan tiba dibukalah pintu syurga dan ditutuplah pintu neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu. (HR. Bukhari).

Dalam Syarah Shahih Muslim, Qadhi Iyadh menjelaskan bahawa makna hadits di atas boleh bermakna haqiqi, iaitu pintu syurga dibuka, pintu neraka ditutup serta syaitan dibelenggu secara haqiqi, sebagai tanda datangnya Ramadhan sekaligus pemuliaan terhadapnya. Tapi boleh juga bermakna majaz yang mengisyaratkan besarnya pahala dan ampunan di bulan itu, sehingga syaitan seperti terbelenggu.

16. Pahala syuhada bagi yang melakukan kewajiban dan menghidupkan Ramadhan

Datanglah seorang lelaki kepada Nabi Saw. Dan mengatakan: ”Wahai Rasulullah, tahukah anda jika saya telah bersaksi bahawa tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya anda adalah utusan Allah, aku juga telah melakukan solat lima waktu, juga telah menunaikan zakat, serta aku telah berpuasa Ramadhan dan menghidupkannya, maka termasuk golongan siapakah saya? Rasulullah Saw. Bersabda: “Termasuk dari orang-orang yang sidiq dan syuhada’”. (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

17. Pahala amalan bulan Ramadhan berlipat ganda

Dari Salman ra., bahawasannya Rasulullah Saw. berkhutbah di hari terakhir bulan Sya’ban: ”Wahai manusia, telah datang kepada kamu bulan agung yang penuh berkat. Bulan yang terdapat di dalamnya sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang Allah jadikan puasa di dalamnya sebagai kewajiban, dan qiamul lail sebagai perkara yang disunnahkan, barang siapa mendekatkan diri di dalamnya dengan perbuat kebajikan, maka ia seperti mengerjakan kewajiban selainnya, dan barang siapa mengerjakan kewajiban di dalamnya, maka ia seperti mengerjakan tujuh puluh kewajiban selainnya…” (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya)

18. Setiap hari dalam Ramadhan memiliki keutamaan

Rasulullah Saw. bersabda: “…Dia adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, serta paripurnanya adalah pembebasan dari neraka…” (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya)

19. Keutamaan memberi minum orang yang berpuasa

Allah akan memberi minum kelak di akhirat Rasulullah Saw. bersabda: “Dan barang siapa memberi minuman orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya dari telaga minuman yang tidak menghauskan hingga ia masuk ke dalam syurga”. (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya).

20. Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan


Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik sedekah aitu sedekah di bulan Ramadhan.” (HR.Tirmidzi) 

Selama Ramadhan, Imam Syafi’i menghatamkan Al-Quran enam puluh kali, dua kali dalam semalam di dalam solat.

21. Doa mustajab di bulan Ramadhan

Diriwatkan dari Abu Umamah Ra, bahawa Rasulullah Saw. bersabda:”...Dan untuk setiap muslim di setiap hari dan petang (dalam bulan Ramadhan) doa yang mustajab (HR. Bazar).

Rasulullah juga bersabda:”Tiga yang tidak tertolak doanya, orang yang berpuasa hingga berbuka, imam adil, dan doa orang yang dizalimi”. (HR. Tirmidzi)

22. Pahala umrah Ramadhan sama dengan haji

Rasulullah Saw. bersabda kepada seorang wanita Anshar:”Jika datang Ramadhan maka lakukanlah umrah, kerana susungguhnya umrah dalam bulan itu setaraf dengan haji.” (HR. An Nasa’i).

23. Pahala i’tikaf di bulan Ramadhan sama dengan pahala 2 haji dan umrah

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Husain Ra. menyatakan, bahawa Rasulullah Saw. telah bersabda:”Barang siapa menjalankan i’tikaf selama sepuluh hari di bulan Ramadhan maka amalan itu seperti dua haji dan umrah (HR. Baihaqi)

24. Dalam Ramadhan terdapat malam yang istimewa (Lailatul Qadar)

Allah berfirman:”Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan”. (Al Qadr: 3).

Tentang ayat ini, Wahbah Zuhaili menjelaskan bahawa menghidupkan Ramadhan dan melakukan amalan di dalamnya lebih baik daripada menjalankan amalan dalam seribu bulan tanpa Ramadhan.

25. Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan

Allah Ta’ala berfirman: “Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil”. (Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir mengatakan bahawa Allah Ta’ala menyanjung bulan Ramadhan atas bulan-bulan yang lain, iaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana Al-Quran diturunkan di dalamnya.

26. Kitab-kitab suci diturunkan pada bulan Ramadhan

Rasulullah Saw. bersabda:”Shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadhan, dan Taurat turun pada hari ke enam bulan Ramadhan dan Injil pada hari ke tiga belas dari Ramadhan…” (HR. Ahmad).

27. Rasulullah mendapat wahyu pertama di bulan Ramadhan

Ketika Rasululah Saw. mendekati umur 40 tahun beliau selalu berfikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah), akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju gua Hira yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah, yang berjarak dua mil dari kota Mekah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa uzlah, turun kepada beliau Malaikat Jibril mewahyukan surat Al Alaq yang merupakan surat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah Saw.

28. Perang Badar terjadi pada bulan Ramadhan

Perang Badar adalah pemisah antara yang haq dan yang batil, dan kaum muslimin sebagai simbol tauhid dan kemuliaan, meraih kemenangan atas kaum musyrikin sebagai simbol kekifiran dan kebodohan.

Peperangan terjadi pada hari Jum’at, 27 Ramadhan, tahun kedua setelah hijrah. Allah Ta’ala berfirman: “Dan benar-benar Allah telah menolong kamu di Badar sedangkan kalian dalam keadaan terhina, maka takutlah kalian kepada Allah, semoga kalian bersyukur”. (Ali Imran: 123).

Ibnu Abbas mengatakan:”Saat itu hari Jum’at, 27 Ramadhan, dan saat itu juga terbunuh Fir’aun umat, Abu Jahal, musuh terbesar umat Islam.

29. Mekah dikuasai pada bulan Ramadhan

Fathu Mekah adalah peristiwa besar, Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”. (Al Fath:1).

Sebagian mufasirin berpendapat bahawa yang dimaksud kemenangan di sini adalah peristiwa Fathu Mekah, walau ada sebagian ulama’ yang menafsirkannya sebagai perjanjian Hudaibiya dan penaklukan negeri Rum.

Peristiwa itu terjadi pada hari, tanggal 20 atau 21 Ramadhan, tahun ke lapan hijrah. Saat itulah semua berhala yang berada di sekitar Ka’bah dihancurkan.

30. Islam menyebar di Yaman pada bulan Ramadhan

Tahun ke sepuluh hijriyah pada bulan Ramadhan Rasulullah Saw. menunjuk Ali bin Abi Thalib guna menjadi pemimpin sejumlah pasukan untuk pergi ke penduduk Yaman dengan membawa surat yang berisi ajakan untuk memeluk Islam.

DUIT RAYA VERSI BARU


Agak-agak berapa banyak duit raya nak beri kepada anak-anak, anak-anak saudara, ibu bapa dan juga kepada mereka yang kita rasa nak beri...

Friday, April 27, 2012

MENGHARGAI IBU BAPA



Menghargai memberi maksud menghormati atau memuliakan seseorang. Malah kita cuba mencontohi perilaku baiknya dan sentiasa ingat akan pengorbanan seseorang serta berniat untuk membalasnya. Menghargai bukanlah sesuatu yang boleh nampak tetapi sesuatu yang lahir dari hati mereka dan terpancar melalui tingkah laku kita. Jadi marilah kita menghargai kedua ibu bapa kita. Caranya ialah dengan:

TERIMA KASIH
Sentiasa ucapkan terima kasih kepada ibu bapa. Pasti mereka gembira apabila menerima ucapan tersebut dan akan rasa lebih dihargai.

BERI HADIAH
Meskipun mereka tidak mengharapkan hadiah, tetapi apa salahnya kalau kita berikan sahaja. Ia untuk membuktikan betapa kita menghargai mereka.

MANISKAN MUKA
Sentiasa bermanis muka di hadapan ibu bapa walaupun ketika itu mood kita tidak elok. Ini bukan sahaja kita mendapat pahala kerana menjaga hati mereka malah ini membuktikan kita mampu menjadi yang terbaik kepada mereka.

MEMBANTU
Tidak kira berat ataupun tidak, bantulah ringankan beban mereka. Meskipun hanya membantu memotong sayur itu sudah memadai. Janganlah hanya mengharapkan ibu melakukan semua kerja dirumah.

DENGAR NASIHAT
Mendengar nasihat dan perintah ibu bapa selagi ianya tidak melanggar syariat agama. Justeru, turutilah perintahnya dengan hati yang terbuka. Lagipun nasihat mereka sebenarnya hendak menjadikan kita insan yang berguna.

JAGA HATI
Allah SWT berfirman dalam surah al-isra' ayat 23-24 supaya kita menjaga hati dan perasaan ibu bapa. Malah Allah melarang kita dari berkata eh kepada mereka. Justeru, kita sebagai anak hendaklah sentiasa menjaga dan mengelak dari melakukan perbuatan yang menyakiti hati mereka.

JAUHI DERHAKA
Derhaka bererti kita sudah hilang rasa hormat kepada kedua orang tua kita. Derhaka menandakan kita juga tidak patuh arahan Allah SWT. Tempat orang derhaka adalah api neraka.

Monday, April 16, 2012

KURSUS PEMBINAAN BLOG

Unit ICT SK Lekir telah mengadakan satu Kursus Pembinaan Blog untuk guru-guru dan staf SK Lekir dan saya sebagai Guru Penyelaras Bestari telah menjadi penceramah dalam kursus tersebut di bantu oleh Cik Haryani binti Hanafi. Seronok melihat guru-guru yang telah melibatkan diri secara aktif dalam kursus tersebut. Semoga apa yang telah disampaikan oleh saya itu boleh dijadikan sebagai satu ilmu bagi guru-guru untuk dijadikan sebagai satu bahan yang boleh digunakan untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran mereka. Terima kasih kepada mereka yang telah dapat menghadirkan diri dalam kursus ini. 






Saturday, February 4, 2012

Sehalus jalinan tenunan, seindah karya dihasilkan. Tiadanya persefahaman antara tenunan dan penenun, maka pincanglah karya yang dihasilkan. Ibarat persefahaman yang menjadi asas perpaduan ummah, ajaran agung Nabi junjungan kita, Rasulullah SAW.


SELAMAT MENYAMBUT 
MAULIDUR RASUL 1433H

Persefahaman Asas Perpaduan Ummah

IKTIBAR DARIPADA MAULIDUR RASUL

       Sambutan Maulidur Rasul bukan setakat berarak sambil berselawat dan disertai jamuan makan. Ia tidak habis setakat itu sahaja. Ia juga bukan sekadar suka-suka atau menunjuk-nunjuk. Tetapi ia bertujuan mengimbau kembali perjuangan dan pengorbanan nabi Muhammad SAW dalam menegakkan Islam di muka bumi ini.
       Rasulullah merupakan contoh yang terbaik kepada setiap umat Islam dalam segala aspek kehidupan. Sebab itu, saban tahun hari kelahiran baginda diraikan supaya umat Islam dapat mengambil iktibar daripada setiap sesuatu yang dilakukan dan diamalkan baginda untuk dijadikan panduan dan pedoman.
       Baginda adalah contoh terbaik yang bersifat universal. Keseluruhan hidup baginda dapat dijadikan ikutan dan contoh sepanjang zaman. Ia merangkumi segala aspek daripada kehidupan harian individu kepada aktiviti sosial, ekonomi, politik dan pemerintahan negara.
       Dalam hal ini, Allah SWT menyatakan dalam al-Quran bermaksud: Sesungguhnya pada (diri) Rasulullah itu menjadi contoh yang paling baik untuk (menjadi ikutan) kamu. (Al-Ahzab :21)
       Sebagai individu, Rasulullah mempunyai peribadi yang luhur dan murni yang sentiasa mengajak manusia melakukan kebaikan dengan menyeru kepada jalan Allah. Nabi juga seorang ketua negara yang menerajui bahtera pemerintahan dengan amanah dan cekap di samping seorang suami mithali, seorang bapa yang bijak menyempurnakan tanggungjawab terhadap anak, seorang sahabat yang setia, seorang jiran yang memahami jirannya dan lain-lain. Kepimpinan Rasulullah terserlah dalam seluruh kehidupan baginda.
       Sejak kecil Rasulullah telah diuji di mana seorang demi seorang mereka yang menjadi tempat baginda bergantung dan mengharap kasih sayang sebagaimana anak-anak kecil yang sebaya dengan baginda telah pergi menemui Al-Khaliq.
       Ia dimulai dengan kematian ayahandanya Abdullah semasa baginda dalam kandungan ibundanya Aminah lagi. Ia diikuti dengan kematian ibundanya Aminah ketika mana baginda baru mula mengerti erti belaian kasih sayang seorang ibu. Selepas itu datuknya, Abdul Mutalib pula pergi menemui Ilahi yang mana penjagaan baginda selepas itu diambil alih oleh bapa saudaranya Abu Talib.   
       Semua ujian itu telah mematangkan baginda. Ia juga menunjukkan bahawa usaha berdakwah kepada kebaikan memerlukan pengorbanan di samping di uji dengan pelbagai cabaran. Ujian tersebut juga bertujuan menjauhkan Rasulullah daripada tuduhan liar bahawa ilmu yang baginda sebarkan adalah hasil warisan dan pengajian yang diperolehi daripada ibu bapa dan datuknya. Sebaliknya ia adalah wahyu ilahi.
       Kehidupan sebagai anak yatim piatu juga mengajar baginda yang bakal menjadi nabi dan rasul untuk berdikari. Seterusnya melahirkan dalam diri baginda sifat kasih terhadap orang susah dan menderita terutama anak yatim piatu. Perjuangan untuk meninggikan kalimah Allah bukannya dihamparkan dengan permaidani merah tetapi dibentangkan dengan onak dan duri di sepanjang perjalanan menuju matlamatnya yang suci.
       Begitu juga ketika nabi SAW beruzlah di gua Hira', ia merupakan satu proses tarbiah pada diri baginda dengan bertafakur dan merenung kebesaran serta keagungan Allah SWT jauh daripada kezaliman dan kebobrokan hidup masyarakat jahiliah yang dipenuhi dengan dosa dan noda.
       Ringkasnya, nabi SAW mendapat tarbiah secara langsung daripada Allah untuk menjadi pemimpin ikutan ummah dalam segenap kehidupan.
       Secara sedar atau tidak, disebalik kehangatan sambutan maulidur rasul, ramai yang masih gagal menghayati dan mengamalkan sunah nabi yang merupakan suatu kemestian bagi setiap individu Muslim. Saban tahun Maulidur Rasul disambut, tetapi pegangan agama tetap longgar. Bahkan ada antara pemuda dan pemudi siangnya menyambut Maulud, pada malamnya pula disusuli dengan hiburan yang melampau dan melalaikan. Ini bukan bermakna sambutan Maulidur Rasul yang diadakan itu tidak mendatangkan sebarang kebaikan. Tetapi anjakan paradigma perlu wujud agar umat Islam tidak sekadar beretorik dengan memuji dan berselawat kepada Rasulullah. Apa yang lebih penting daripada itu adalah kehidupan nabi diamalkan dalam kehidupan harian umat Islam hari ini.
       Apatah lagi apabila kita melihat dunia Islam pada hari ini semakin gawat dengan pelbagai masalah. Justeru, usaha yang bersungguh-sungguh perlu digembleng agar dapat mengembalikan kecemerlangan dan kegemilangan Islam. Cara terbaik untuk merealisasikan perkara ini ialah dengan mencontohi Rasulullah dalam segenap segi kehidupan kita. Baginda merupakan contoh terbaik yang bersifat universal iaitu keseluruhan hidup Baginda dapat dijadikan ikutan dan contoh di sepanjang zaman.      


Friday, August 12, 2011

MENGGAMIT MEMORI PERJUANGAN


Perjuangan menentang penjajah dan keinginan membebaskan diri daripada cengkaman kolonial telah berlaku seawal pendudukan Inggeris di Tanah Melayu. Penentangan-penentangan ini dilakukan oleh pejuang-pejuang yang bergerak secara bersendirian mengikut negeri dan kepentingan masing-masing sehingga menyebabkan setiap kemaraan mereka berjaya dipatahkan oleh pihak Inggeris. Namun perubahan masa telah menyaksikan bahawa perjuangan menentang pihak penjajah beransur-ansur berkembang secara menyeluruh di seluruh Tanah Melayu ekoran wujudnya medium media seperti akhbar dan majalah. Akhirnya perjuangan yang bersifat setempat telah bergerak secara berkumpulan seterusnya melalui parti politik bagi membolehkan negara yang telah lama dijajah oleh pelbagai kuasa bebas bergerak sebagai negara yang berdaulat dan merdeka.

ERA KEBANGKITAN (1831-1915)
Bagi perjuangan yang berlaku dalam abad ke 19 dan awal abad ke 20 (1831-1915), kebanyakan motif pemberontakan terhadap kuasa penjajah adalah campur tangan Inggeris dalam semua urusan negeri melalui pengenalan Sistem Residen. Sistem ini menyebabkan pembesar tempatan dan juga sultan telah hilang kuasa tradisi mereka. Antara tokoh-tokoh pejuang yang bangun menentang penjajah adalah Dol Said di Naning, Dato' Shahbandar dan Yamtuan Tunku Antah di Negeri Sembilan, Raja Mahadi di Selangor, Dato' Maharajalela, Dato' Sagor, Pandak Induk/Lam, dan Seputum di Perak, Dato' Bahaman, Tok Gajah dan Mat kilau di Pahang, dan Tok Janggut di Kelantan.

Di Terengganu pula Haji Abdul Rahman Limbong dan Tok Ku Paloh Al-Aidrus telah bangun menentang Inggeris manakala di Sarawak pula ramai pejuang bangsa muncul mengikut suku kaum seperti Rentap (Dayak Laut), Sharif Masahor, Abdul Gapur, Banting (Iban), dan Asun (Dayak). Pejuang-pejuang ini memberontak untuk menjaga kepentingan dan memelihara kehidupan tradisi kaum masing-masing. Situasi yang sama berlaku di Sabah apabila muncul Mat Salleh (Bajau) dan Antanum (Murut) yang telah memberontak pada Februari 1915. Perjuangan tokoh-tokoh di peringkat ini belum bermatlamatkan kemerdekaan tetapi bersifat setempat dan berjuang untuk kepentingan peribadi masing-masing seperti hak kutipan cukai dan hak mempunyai hamba sehingga menyebabkan setiap perjuangan mereka berjaya dipatahkan oleh Inggeris.

ERA PRA KEMERDEKAAN (1906-1938)
Dalam Era seterusnya (1906-1938) wujud faktor-faktor lain yang menyebabkan berlaku penentangan bersesuaian dengan perkembangan semasa. Penentangan-penentangan ini boleh dibahagi mengikut tahap-tahap tertentu seperti tahap keagamaan, tahap sosiekonomi dan tahap politik. Dalam era ini perjuangan mula dipelopori oleh golongan yang berpendidikan keagamaan, Inggeris dan juga Melayu (Institut Perguruan Sultan Idris). Golongan berpendidikan ini menyebabkan perjuangan pada masa itu mula menunjukkan bibit-bibit perjuangan menuntut kemerdekaan. Golongan berpendidikan ini mula sedar bahawa pendudukan Inggeris di Tanah Melayu merugikan penduduk tempatan dengan segala macam campur tangan Inggeris termasuk dalam soal sosial, ekonomi dan politik.

Antara tokoh yang hebat berjuang ialah Sheikh Tahir Jalaluddin dan Syed Sheikh Al-Hadi yang berjuang melalui Kaum Muda. Mereka menggunakan medium majalah dan akhbar seperti Al-Imam, Al-Ikhwan, Saudara dan Neracha untuk menyebarkan ideologi mereka dan juga menyalurkan kritikan mereka kepada kerajaan Inggeris. Pejuang-pejuang ini memperjuangkan konsep Pan-Islam iaitu membebaskan Islan daripada fahaman kuno. Bagi golongan yang berpendidikan Maktab Perguruan Sultan Idris dan golongan elit Melayu yang mendapat pendidikan Inggeris pula, mereka berjuang untuk memulihkan sosioekonomi orang Melayu. Antara tokoh yang terlibat ialah Mohammad Eunos Abdullah, Syed Alwi, S.M Zainal Abidin dan Sheikh Abdullah Al-Maghribi. Ibrahim Hj. Yaakob dan Ishak Hj. Muhammad pula memperjuangkan konsep "Tanah Melayu Untuk Orang Melayu". Antara persatuan Melayu yang kuat berjuang ialah Kesatuan Melayu Muda (KMM) 1938. Akhbar Warta Malaya dan Majlis merupakan wadah mereka menyebarkan idea perjuangan.

ELEMEN-ELEMEN MULTIMEDIA

PERKAKASAN MULTIMEDIA

MEDIUM MULTIMEDIUM